Esai | Meneguhkan Kedirian

Pontang, 7 Agustus 2021.

Pernahkah Anda mengalami masa dimana setelah selesai menuntaskan jenjang pendidikan (Berhenti/Drop Out/Lulus) atau yang hendak berniat melanjutkan karier pendidikan, Anda dihantam gelombang kegelisahan yang menggebu-gebu?

Semacam dihinggapi banyak kebingungan, dilema atas pilihan, juga karena ketidakmenentuan cuaca 'takdir' yang berseliweran membayang-bayangi pikiran?

Persisnya, kegelisahan menyangkut persoalan jalan hidup yang hendak ingin Anda tempuh ke depan.

Dulu, saya juga kerap dihantui oleh pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Dan setiap pilihan, sepenuhnya berada ditangan kita. Segala konsekuensinya pun kelak harus kita tanggung dan terima.

Sebelum memutuskan itu, ada hal-hal mendasar yang perlu Anda diingat. Bahwasannya, kehidupan kita tidak sama dengan orang lain. Pencapaian kita juga tidak tepat bilamana dibandingkan dengan jalan hidup orang lain. Kita juga harus punya skema jalan hidup versi kita sendiri. Apapun itu keadaannya, tetap harus di syukuri.

Pertama, Anda harus terlebih dahulu menelaah kondisi objektif kehidupan Anda sendiri. Tujuannya, supaya Anda akan secara tepat menentukan skala prioritas apa yang memang seharusnya untuk Anda pilih dan perjuangkan.

Salah satu contohnya, oleh karena dihadapkan kebutuhan tertentu, Anda akhirnya 'dipaksa' menunda untuk melanjutkan karier belajar dan memilih bekerja supaya bisa membantu perekonomian keluarga, misalnya.

Intinya, jangan sampai Anda hanya ikut-ikutan orang lain. Anda punya jalan hidup sendiri.

Kedua, Anda harus bersikap bijak agar tidak berlaku secara ambisius. Jangan sampai hanya karena satu ambisi Anda, yang apalagi tidak sesuai keadaan objektif tadi, malah 'mengorbankan' harapan keluarga, misalnya. Yang dalam hal ini, bisa bermacam-macam kasusnya.

Ketiga, berpikir visioner. Jadikan pilihan saat ini sebagai batu loncatan dalam menggapai mimpi Anda yang belum sempat tercapai. Semuanya tentu butuh yang namanya proses. Jangan terburu-buru.

Alhasil, jangan mengkultuskan setiap mimpi. Supaya tidak terjadi kesempitan berfikir dan kejumudan bertindak dalam setiap proses hidup Anda.

Justru, Anda harus memaknainya dengan tetap positif. Dimana pun titik pijak proses perjuangan Anda, barangkali tuhan menakdirkan garis edar perjuangan hidup Anda disitu. Wallahua'lam...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Perjalanan | Dialektika Mahasiswa

Esai | Motif Berorganisasi

Catatan Perjalanan | Memilih Menjadi Guru