Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Esai | Perempuan dalam Pembangunan Negara

Perjalanan panjang telah ditempuh oleh bangsa Indonesia, tahap demi tahap melewati fase jatuh-bangun dalam catatan literer riwayatnya. Dari masa perjuangan pra-kemerdekaan, lalu fase transisi kemerdekaan dan masa sekarang pasca kemerdekaan. Pendewasaan diri sebagai suatu bangsa menjadi catatan sejarah yang amat penting untuk kita pelajari dengan kejernihan berfkir serta bersikap, jangan sampai hanya di pahami sebagai satu catatan sejarah kelam yang menyedihkan sehingga kita tidak bisa memaknainya secara positif menjadi cermin evaluasi diri bangsa yang arif dengan narasi panjang peradabannya. Yudi Latief seorang Cendikiawan Muda pernah mengatakan bahwa “ Warisan terbaik bangsa bukan politik ketakutan, tapi politik harapan. Kita merdeka diatas tiang-tiang harapan ”. Demikian apabila kita cermati, semangat cita-cita luhur pun nampak tercermin dalam ghiroh perjuangannya yang terlukis dalam konvergensi nilai-nilai Pancasila sebagai falsafah hidup bersama. Sehingga perlunya rasa bestari ke...

Esai | Humanisme Kultural Masyarakat Adat Ciptagelar

Sabtu, 10 november 2018 tepat dalam rangka peringatan Hari Pahlawan Nasional menjadi momen sejarah yang begitu amat penting dalam narasi panjang berdirinya Republik Indonesia. Secara definitif pun Republik dapat dipahami sebagai bentuk pemerintahan yang dijalankan oleh negara yang kedaulatannya didasari oleh persetujuan dari pihak yang diperintah dan tata cara pemerintahannya didasari oleh perwakilan rakyat. Artinya dalam kacamata Repubilakinsme, rakyat memilki pengaruh yang kuat dalam setiap penyelenggaraan negara. Begitupun 10 November 2018 dalam catatan penulis memiliki makna penting mengenai sosok kepahlawanan. Di tanggal tersebut, penulis dan teman angkatan 2016 PPKn Untirta melakukan telaah kajian Mata Kuliah Studi Masyarakat Indonesia sekaligus berkunjung silaturahim di Kasepuhan Adat Ciptagelar selama 2 hari. Dan pada kali ini penulis coba mendeskripsikan perspektif pahlawan hasil telaah kajian di Kasepuhan Masyarakat Adat Ciptagelar, yang berada di Kampung Sukamulya, Desa Sina...

Esai | Menyikapi Realitas Media Edukasi Kontemporer

Bangsa indonesia adalah bagian dari tatanan peradaban dunia modern dalam semangat persahabatan dan kerjasama demi kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Menyikapi kenyataan demikian, bangsa indonesia pun harus memulai babak baru dimana penjajahan dan penindasan dengan alasan apapun tidak dapat dianulir lagi dari negeri ini. Penjajahan dalam kaitan pemaknaanya tidak hanya soal bentuk peperangan fisik dengan musuh, akan tetapi bisa dalam bentuk penjajahan ekonomi, pendidikan, hukum, budaya, maupun politik. Begitupun tentu diperlukannya penanaman sikap optimisme kepada generasi muda dalam menghadapi segala bentuk penetrasi arus globalisasi sehingga kita mampu beradaptasi, tanggap dan menjadi garda terdepan yang solutif. Modernisasi sendiri sebagai bentuk perubahan sosial merupakan konsekuensi logis dari kondisi dunia yang semakin mengglobal. Menyadari bahwa indonesia merupakan negara berkembang yang kerap masih menggantungkan keberlangsungan proses penyelenggaraan negara teru...

Esai | Identitas Politik Sebagai Tantangan Kebhinnekaan Di Indonesia

Negara Indonesia adalah salah satu negara multikultur terbesar di dunia, hal ini dapat terlihat dari kondisi sosialkultur maupun geografis indonesia yang begitu kompleks, beragam, dan juga luas. Sebagai negara yang plural dan heterogen, indonesia memiliki potensi kekayaan multi etnis, multi kultur, multi agama yang kesemuanya merupakan potensi dalam upaya membangun negara multikultur yang besar “multikultural nation-state”. Keragaman yang di miliki indonesia pun disisi lain kerap kali memicu konflik dan perpecahan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Nasikun (2007:33) bahwa kemajukan masyarakat indonesia paling tidak dapat dilihat dari dua ciri yang unik, pertama secara horizontal, ia ditandai oleh kenyataan adanya kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan perbedaan suku bangsa, agama, adat, serta perbedaan kedaerahan. Dan kedua secara vertikal, ditandai oleh adanya perbedaan-perbedaan vertikal antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam. Sehingga dalam pemahaman penulis, kondisi d...

Esai | Nuansa Pragmatisme Politik dalam Lembaga Legislatif

Masyarakat indonesia secara terkesiap dengan hasil pembahasan rapat paripurna DPR pada senin, 14 Februari 2018. dalam revisi pengesahan Undang-undang No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (MD3) tersebut dinilai seolah-olah menjadi benteng sekat antara rakyat dengan wakil rakyat. Atau bahkan telah dianggap memiliki muatan unsur pragmatisme politik sehingga memicu banyak kontroversi serta interpretasi semu di kalangan masyarakat indonesia. Memang ketika di kaji secara mendalam, redaksi yang termuat di beberapa pasal yang di revisi kerap kali menimbulkan pemaknaan bias dan kontradiktif. Karena yang di khawatirkan rakyat ialah terkait spesifikasi pemaknaan yang terkesan subjektif. Dan apabila jelas demikian, tentu bakal menimbulkan implikasi berkepanjangan. Salah satunya menjadi alat legitimasi yang lentur bagi lembaga legislatif dalam bertindak secara sembrono ataupun karepe dewek (jawa; red). Maka setelah penulis terlibat dalam beberapa kajian terkait revisi UU MD3 ini, muncu...

Esai | Kebencian Manifestasi Kejumudan

Pada tulisan kali ini, penulis merasa sadar bahwa setiap kali setelah mengikuti diskusi, kajian-kajian, ngobrol santai, bahkan satire bareng teman ketika ngopi bareng perlu kiranya inisiatif mengelaborasikan kemasan pesan dalam bentuk representatif tulisan. Sehingga dapat menjadi rekam jejak sekaligus wujud itikad berbagi; pengalaman serta pengamalan ilmu yang diperoleh. Apalagi penulis sendiri begitu berharap, semoga dapat menjadi pemantik insentifikasi semangat pembaca untuk mengekspresikan kegelisahan ataupun kesenangannya lewat sebuah tulisannya sendiri, walaupun dalam bentuk sederhana. Karena yang terpenting ialah esensi transmisi pesan yang ingin di sampaikan penulis sehingga mampu mempengaruhi pembacanya, dalam konteks positif tentunya. Dan dengan itu pula, penulis memberi judul “Kebencian Manifestasi Kejumudan” sebagai bentuk peringatan bahwa segala sesuatu yang di dasari kebencian bakal melahirkan pemikiran destruktif dan membuat stagnan pola pikir seseorang. Kebencian sendir...

Esai | Cinta Jangan Melahirkan Kepongahan

Dilatar belakangi oleh sebuah konsepsi pemahaman hakikat cinta dari seorang filsuf berkebangsaan jerman bernama Erich Pinchas Fromm, yang lahir pada 23 maret 1900. Dalam bukunya “The Art Of Loving” ia mengkaji secara radikal terkait fenomena cinta manusia modern. Namun sebelum pembahasan penulis lebih jauh, alasan penulisan ini pun sebenarnya timbul akibat insentif ketertarikan penulis lewat sebuah diskusi santai tentang cinta. Maka agar dapat memeperoleh pemahaman cinta secara meluas, penulis berinisiatif menawarkan konsepsi pemaknaan cinta yang di tarik dalam konteks kebangsaan indonesia. Dan sebetulnya, konsepsi erich fromm memang menekankan pemaknaan cinta yang luas dalam berbagai macam hal. Dewasa ini, kerap kali kita disibukkan sikap kepongahan merespon sebuah perbedaan dan terkadang memicu insiden negatif seperti halnya saling cakar berebut benar. Padahal yang harus di perhatikan ialah, indonesia hadir karena wujud komitmen terhadap konsensus menjadi kebangsaan yang multikultur....

Esai | Nusantara Maju Ke Arah Malu

Secara harfiah, Nusantara berasal dari kata nusa dan antara. Nusa artinya pulau atau kesatuan pulau. Antara artinya menunjukan letak antara dua unsur. Nusantara artinya kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua , yaitu benua Asia dan Australia dan dua samudera, yaitu Samudera Hindia dan Pasifik. Sehingga  Indonesia kemudiaj dijuluki sebagai negara kepulauan/maritim (Archipelago State) yang terletak pada garis khatulistiwa 60 LU – 110 LS dan 950 BT – 1410 BT. Dengan potensi geografis demikian, indonesia memiliki ciri khas khazanah tersendiri sebagai sebuah negara, baik secara sosial-kultur, sumber daya alam, maupun sumber daya manusianya yang melimpah. Konsekuensinya, keunikan wilayah dan heterogenitas bangsa membuka dua peluang; Secara positif, dapat di jadikan modal memperkuat menuju yang di cita-citakan. Dan secara negatif, dapat mudah terjadinya disintegrasi kebangsaan serta infiltrasi pihak-pihak luar. Tentuny, gerak sentripetal oleh seluruh elemen kenegaraan harus di u...

Catatan Perjalanan | Jejak Sahabat

Semua berawal dari keresahan hati salah satu pemuda kampung, ia seakan ingin bercerita banyak lewat tulisaannya tiap kali sedang berkontemplasi mencari tentang makna kehidupan. Namun, kerap kali sebuah tulisan belum mampu mendeskripsikan cerita kehidupannya secara komprehensif. Berbeda dengan sang jari yang nakal, ia seakan memaksa penulisnya untuk mengungkapkan cerita kehidupan lewat goresan tinta elektroniknya. Dengan perlahan-lahan ia memulai tulisannya dengan harapan dapat menjadi bingkisan indah dari hasil peristiwa sejarah. Perkenalkan namanya Ray Ammanda, yang lahir pada 28 November 1998 dan dibesarkan di tanah pedesaan yang penuh dengan cinta. Gairah memaknai hidup dalam dirinya timbul ketika ia ditempa dari berbagai orang-orang yang berbeda latar belakang dan pikiran. Dan pada masa kecilnya ia adalah seorang anak yang pendiam dan tidak banyak tingkah, bergaul serta berbaur dengan teman sebaya nya dengan hangat serta begitu akrab sekali. Sampai suatu ketika ia tersadar bahwa pu...