Esai | Suluh Literasi dari Serang Utara
Oleh : Ray Ammanda Sastrawan masyhur Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, pernah berkata:“Orang boleh pandai setinggi langit. Tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah. Karena menulis ialah bekerja untuk keabadian”. Quotes tersebut menyentuh, merangsang dan mendorong saya untuk terus menekuni keterampilan menulis. Biasanya, seseorang yang piawai menulis pasti juga memiliki kemampuan public speaking yang baik. Salah satu contoh sosok yang sangat nyata adalah Encep Abdullah, penulis, pendiri, sekaligus penggerak #Komentar (Komunitas Menulis Pontang Tirtayasa). Meskipun dalam keanggotaan saya masih terbilang anak kemarin sore, #Komentar—sebagai rumah belajar bersama—bisa memberikan “keteduhan” di tengah “kegersangan” kehidupan modern yang cenderung individualis-pragmatis ini. Sederhananya, #Komentar menjadi salah satu wahana dalam membangun ikatan “deduluran” antarwarga Pontang dan sekitarnya. Bisa saya amati pada setiap Minggu sore, berbagai kalangan li...