Esai | Sedekah Kepemimpinan
Selama menjalani proses perkuliahan, saya dihadapkan berbagai dinamika kehidupan yang serba baru. Perbedaan suasana pembelajarannya, iklim pergaulannya serta cuaca keorganisasian dikampusnya yang cenderung dinamis dan lebih asyik. Alhasil proses penemuan diri terus menerus dipacu. Hingga tiba pada suatu kesimpulan, ternyata proses belajar bukan dipersempit hanya sebatas rutinitas juknis datang dan pulang selama perkuliahan. Sastrawan Ahmad Mustofa Bisri pun menegaskan, “Bagiku guru bisa siapa aja. Minimal untuk diriku sendiri, siapa saja bisa menjadi guruku; asal ada seseuatu darinya yang bisa aku GUgu (percaya dan ikuti ucapan-ucapannya) dan aku tiRU (contoh). Boleh jadi kalian, atau diantara kalian, diam-diam adalah guru-guruku dalam berbagai hal dan bidang”. Khususnya membahas dunia organisasi, budaya saling tolong menolong teramat sering saya temukan. Alasannya memang jelas, sebab dalam organisasi semua orang didalamnya digerakan oleh satu visi yang sama, sehingga inisiatif berju...