Esai Ray Ammanda | Menjadi Guru Honorer atau Profesi Apapun Memang Tidak Merdeka
(Sumber Gambar : id.pinterest.com) Kebetulan, saya merupakan lulusan mahasiswa pendidikan yang beberapa bulan ke belakang sudah sidang skripsi. Untuk itu, jangan tanya soal pekerjaan. Sudah sidang skripsi saja, saya sudah patut bersyukur. Maka, pertanyaan yang sekiranya lebih relevan untuk saya sekarang adalah hendak kemana dan punya rencana apa. Kendati hilirnya sama, pertanyaan semacam itu bakal terasa lebih ramah di telinga. Sejauh ini, banyak bisikan-bisikan yang menggoda. Bahwasannya, menjadi guru honorer itu ironi. Kalau bukan karena alasan pengabdian dan pahala, menjadi guru honorer tidak menjanjikan apa-apa. Gajinya, sungguh tak masuk akal. Memang ada banyak fakta yang menguatkan argumentasi itu. Muchamad Aly Reza, dalam tulisannya tertanggal 5 Agustus 2021 di Mojok berjudul "Guru Honorer yang Memilih Jualan di Tempat Horor Sambil Menunggu Kejelasan Status", menceritakan keluhan yang dialami oleh Mbak Dwi Handayani. Mbak Dwi saja yang sudah 16 tahun menjadi guru honor...