Esai | Transformasi Rasa Kopi si Miskin
Tentu pembaca bertanya kenapa tulisan saya kali ini diberi judul “Rasa Kopi Si Miskin”, baiklah saya akan memperjelas maksud dan tujuannya sehingga tidak menimbulkan pemahaman yang multitafsir dan juga diharapkan mampu memberikan wajah baru terhadap Si Kopi yang saya maksudkan diatas. Karena saya begitu tertarik sekali dengan pengaruh akulturasi Si Kopi terhadap penguatan harmonisasi dalam kehidupan di negeri yang memiliki heterogenitas kultur yang luar biasa ini, sehingga dapat dijadikan salah satu solutif menangani krisis terjadinya disintegrasi bangsa indonesia terutama untuk kalangan masyarakat kota serta pada umumnya pembaca bahwasannya hari ini sangat riskan akan penetrasi budaya yang membahayakan persatuan bangsa seperti halnya bentuk provokasi, ujaran kebencian, maupun indoktrinasi penyebaran paham fundamentalisme terkhusus berbau agama yang dikategorikan sangat sensitif. Maka dari prolog sekaligus sebuah keresahan diatas, saya ingin menawarkan hal kecil namun dapat memiliki pe...