Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Esai | Mensucikan Kembali Gelar Mahasiswa

Oleh : Ray Ammanda Pontang, 13 Oktober 2021. Kalau mendengar mahasiswa demonstrasi, mahasiswa tampil debat dan berdiskusi, maupun mahasiswa yang dikenal karena segudang prestasinya, dalam pandangan saya, rasanya biasa-biasa saja -- tentu tanpa menegasikan nilai-nilai positifnya. Memang begitulah hakikat peran dan fungsi menjadi seorang mahasiswa. Penuh gairah. Berprestasi. Militan. Berfikir ideal. Penyambung lidah rakyat. Label agen perubahan, agen kontrol sosial serta agen penerus bangsa, memang sepatutnya harus terus diwarisi oleh mereka. Akan tetapi, bilamana kita mendengar mahasiswa melakukan tindakan-tindakan konyol yang jauh dari pertimbangan nalar intelektualitas, justru akan terdengar aneh. Bahkan, jelas membuat kita laik prihatin. Belum lama ini, misalnya. Ada beberapa kasus yang melibatkan mahasiswa dan ramai menjadi sorotan publik, khususnya warganet. Salah satunya, bahwa diduga seorang mahasiswa telah melakukan pelecahan seksual terhadap salah seorang mahasiswi di salah sat...

Catatan Perjalanan | Tumbuh Kembang

Oleh : Ray Ammanda Sabtu, 7 Januari 2023. Saya adalah anak pertama dari empat bersaudara. Hidup dan dibesarkan dari keluarga sederhana. Dibimbing oleh sosok ayah yang penuh tanggungjawab dan sosok ibu yang tak pernah kering akan cinta kasih. Alhamdulillah. Saya sangat mensyukuri itu. Sejak kecil, sejauh memori ingatan, ayah sering mengajak saya untuk ikut menemaninya pasang kabel KWH dari rumah ke rumah, dari desa ke desa. Seingat saya, kenangan itu terjadi ketika saya masih SD. Entahlah apa motif sesungguhnya ayah mengajak saya ikutserta pada kesibukan pekerjaannya itu. Padahal, ketika ikut, saya malah kebanyakan merepotkan dan memilih bermain dengan anak-anak lain seusia saya, yang tentu baru saya kenal, tanpa sebetulnya peduli dengan apa yang sedang ayah lakukan. Waktu itu, sebagaimana anak kecil pada umumnya, yang ada dalam pikiran saya adalah bisa jalan-jalan dan bisa sambil main. Namun, setelah saya ingat-ingat kembali, barangkali melalui persentuhan pengalaman itulah yang memben...

Esai | iPusnas: Membaca Muhammad dan Relevansi Iqra di Era Digitalisasi

Oleh : Ray Ammanda (Ditulis dalam rangka Lomba Menulis Review Konten iPusnas) Oktober-November, 2022. Budaya membaca di Indonesia, sampai saat ini, tampak masih menjadi salah satu masalah yang tak kunjung selesai diperbincangkan. Padahal, betapa sering kita mendengar pekik pemerintah maupun pegiat-pegiat literasi tentang seruan membaca di sudut-sudut negeri ini. Namun, hasilnya masih saja terasa jauh dari apa yang diharapkan. Sementara kita hendak berpretensi apalagi, bahwa ihwal kesediaan bahan bacaan, terutama di era digitalisasi ini, sebetulnya telah terang-benderang memberikan kita banyak kemudahan. Keberadaan eBook yang lebih praktis dalam perkembangan teknologi mutakhir, bukankah seharusnya justru lebih mendekatkan kita terhadap dunia membaca? Apalagi kita juga dapat dengan mudah mengaksesnya secara gratis dan cuma-cuma. Salah satunya dengan keberadaan aplikasi iPusnas di Play Store handphone kita. Hingga sekarang, saya tidak terlalu ingat sudah berapa judul eBook di aplikasi iPu...

Catatan Perjalanan | Jalan Guru Profesional

Bagi sebagian orang, melakukan perjalanan (baca: meraih cita-cita) adalah aktivitas yang melelahkan, memerlukan biaya yang tidak sedikit dan kerap dianggap sebagai hal yang penuh ketidakpastian. Ada juga yang berpendapat liyan, bahwa melalui perjalanan, kita berkesempatan melihat banyak hal, sekaligus merasakan hal-hal baru yang lebih seru. Dan menurutku, yang menentukan kualitas kesan dari sebuah perjalanan adalah bagaimana cara kita menikmatinya. Tak peduli seberapa lama kita sampai, sebanyak apapun energi yang harus kita keluarkan, serta dalam bentuk tantangan apapun yang akan menghadang. Dengan target dan tujuan yang jelas, seberat apapun perjuangannya, insyaallah kita tidak akan pernah kehilangan arah dan berputus asa ditengah-tengah jalan. Capek dan kemudian memilih untuk beristirahat adalah hal yang wajar. Akan tetapi, kita masih punya alasan untuk kembali melanjutkan dan menyelesaikan misi perjalanan yang sebelumnya telah kita mulai. Abraham Lincoln dalam quotesnya mengungkapka...

Esai | Refleksi: Berkenalan Dengan Gus Dur

Oleh: Ray Ammanda Pontang, 10 Juni 2022. Entah kenapa, setiap kali saya mendengar dan membaca perjalanan hidup (tindakan maupun pemikiran) dari KH. Abdurrahman Wahid atau biasa populer dipanggil Gusdur, terutama saat beliau sedang menjabat sebagai seorang Presiden ke 4 Republik Indonesia, selalu membuat saya tersenyum sembari meneteskan air mata. Sempat terbesit juga di kepala, saya seakan menjadi warga negara yang (kurang) beruntung oleh karena belum pernah satu kali pun bersalaman dan mencium tangan beliau sewaktu masih hidup. Pasalnya, sebagai generasi yang baru dilahirkan setelah semangat reformasi belum lama ditanam, tepatnya 28 November 1998, kemudian wajar bilamana setelah tumbuh dewasa saya menaruh kekaguman mendalam kepada beliau baik sebagai manusia biasa, seorang ulama, seorang cendekiawan progresif, sekaligus baik sebagai seorang presiden. Ketika beliau wafat tanggal 30 Desember 2009, saya hanyalah bocah SD kelas enam. Kekaguman itu pelan-pelan terbangun musabab pendekatan ...

Esai | Jejak Gus Dur: Islam, Demokrasi dan Keindonesiaan

Oleh : Ray Ammanda Serang, Oktober 2020. Keberadaan Islam di Indonesia sebenarnya bisa kita sebut sebagai anak baru sejarah. Oleh karena, sebagaimana catatan sejarah telah merekam jauh sebelum kedatangan Islam, ternyata masyarakat nusantara sudah terlebih dahulu mengenal, mempercayai serta melakukan segenap tradisi keagamaan maupun sistem kepercayaan secara mapan. Maka secara logika, pada masa itu, seharusnya Islam menemui banyak hambatan maupun kesulitan dalam proses penyebarannya di nusantara. Akan tetapi, fakta malah membuktikan sebaliknya, sebagaimana bisa kita lihat sejauh ini pemeluk Islam menjadi kelompok mayoritas di Indonesia. Hal ini tentu menjadi suatu keberhasilan yang luar biasa. Tentunya keberhasilan itu pun tak datang secara tiba-tiba, melainkan telah dijemput dengan segenap usaha, doa maupun hasil ijtihad para ulama-ulama terdahulu melalui metode dakwahnya. Dan pelajaran penting yang patut kita renungi ialah Islam sebenarnya bisa dan mampu dalam melakukan proses adaptas...