Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Esai | Tragedi Virus Corona dan Komedi Mahbub Djunaidi

Sejak awal bulan tahun 2020, dunia diramaikan berita wabah Virus Corona atau Covid-19 yang berasal dari Wuhan, China. Penulis yang termasuk golongan awam merasa heran, bengong dan kebingungan. Kemudian, terlintas dalam pikiran, “ternyata makhluk sekecil virus bisa sangat gampang dan seenaknya membuat geger, gaduh dan gempar orang-orang sedunia.” Sampai-sampai, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bertindak sebagai koordinator kesehatan umum internasional menetapkan bahwa virus corona adalah salah satu wabah pandemi, membahayakan serta berakibat pada kematian seseorang. Dan hampir seluruh negara di dunia, dibuat kalang kabut bagaimana menghentikan persebaran serta memikirkan upaya-upaya preventif dari kenakalan virus tersebut. Lain hal dengan Indonesia, terlihat santai menanggapinya. Contohnya, bisa terlihat dari beberapa akun medsos masyarakat yang berlaku kerap lelucon. Yang kesimpulannya, jelas-jelas sangat kontradiktif...

Esai | Siapa korban?

Mahasiswa baru, seperti pada umumnya, selalu dibikin girang oleh berbagai hiburan diwaktu Masa Orientasi Kampus tiba. Salah satunya, diakibatkan perilaku seorang kaka tingkat. Momentum Ospek biasanya menjadi wahana yang tepat guna menyalakan spirit idealisasi terhadap adik-adik baru, melalui mandataris Agen Of Change, Social Control dan sekaligus benih harapan Iron Stock. Sehingga pelabelan yang melekat pada mereka malah membuat mereka sendiri--mahasiswa baru--menjadi kalap dikemudian hari. "Kemarin, apasih yang sebenarnya kita perjuangkan?" Sesal salah seorang mahasiswa tingkat akhir sekaligus korban kaka tingkat. Ia merasa gelisah dan melanjutkan, "Apakah perjuangan tentang penyelesaian masalah yang sebenarnya kita sendiri adalah salah satu sumber masalah. Apakah pembelajaran tentang bagaimana strategi menindas dengan pretensi melawan. Toh setelah disadari, kita tak lain seperti laiknya bunglon. Sesekali kalo berkepentingan berwatak revolusioner dijalan, bahkan--ma...