Esai | Tahun Baru Peremajaan
Tak terasa, sebentar lagi fajar pengharapan 2020 bakal menyingsing. Alhamdulilahnya, kita bisa ketemu lagi dengan—suasana, nuansa serta cita rasa—momen tersebut. Setelah saya iseng-iseng mikir, sebenarnya seseorang yang bangun tidur pun tak jauh berbeda dengan momen pergantian tahun, yakni sama-sama memberi gairah kesegaran. Dimana segenap energi telah kembali di kumpulkan. Setelah tertidur pulas, apalagi dengan nada “ngorok” serampangan. Tapi bedanya, tahun baru mengingatkan pesan agar kita semua merefresh kembali ingatan, mengakui sekaligus membenahi segala peristiwa masa lalu yang akumulasi sifatnya “tahunan”, bukan lagi “harian”. Kendati, tahun baru harus di maknai sebagai momen refleksi, sekaligus rileksasi. Tiba-tiba, tiga hari sebelum malam tahun baru berganti, tepatnya ba’da maghrib. Saya ketiduran yang kemudian hanyut bermimpi. Dalam mimpi tersebut, saya bertemu bahkan sempat berdiskusi agak serius dengan seseorang. Sebut saja si Udin. Kurang lebih pembahasan diskus...