Postingan

Catatan Perjalanan | Jejak Sahabat

Semua berawal dari keresahan hati salah satu pemuda kampung, ia seakan ingin bercerita banyak lewat tulisaannya tiap kali sedang berkontemplasi mencari tentang makna kehidupan. Namun, kerap kali sebuah tulisan belum mampu mendeskripsikan cerita kehidupannya secara komprehensif. Berbeda dengan sang jari yang nakal, ia seakan memaksa penulisnya untuk mengungkapkan cerita kehidupan lewat goresan tinta elektroniknya. Dengan perlahan-lahan ia memulai tulisannya dengan harapan dapat menjadi bingkisan indah dari hasil peristiwa sejarah. Perkenalkan namanya Ray Ammanda, yang lahir pada 28 November 1998 dan dibesarkan di tanah pedesaan yang penuh dengan cinta. Gairah memaknai hidup dalam dirinya timbul ketika ia ditempa dari berbagai orang-orang yang berbeda latar belakang dan pikiran. Dan pada masa kecilnya ia adalah seorang anak yang pendiam dan tidak banyak tingkah, bergaul serta berbaur dengan teman sebaya nya dengan hangat serta begitu akrab sekali. Sampai suatu ketika ia tersadar bahwa pu...

Esai | Antara Manusia dan Kemanusiaan

Kejanggalan fenomena yang memang sering kali saya lihat dan rasakan membuat saya ingin sekali menulisnya sehingga dapat menjadi rekam jejak sekaligus cerminan potret disorientasi lunturnya nilai –nilai kemanusiaan hari ini, kiranya kita perlu menyelami kembali hakikat manusia itu sendiri yang tidak bisa hidup seorang diri melainkan membutuhkan interaksi serta bantuan dari orang lain. Dengan hal tersebut, terkadang saya skeptis ketika dibenturkan dengan realitas antara manusia dengan kemanusiaannya. Dan malah manusia kerap kali memperkosa nilai-nilai kemanusiaan nya sendiri sehingga hal tersebut benar-benar harus kita cermati dan pahami bersama dalam upaya memperoleh kesamaan yang sama bahwa manusia selayaknya harus berjalan beriringan dengan nilai-nilai kemanusiaan tanpa adanya penegasian terhadap mayoritas-minoritas, si kaya-si miskin maupun terhadap yang berbeda agama dan budaya. Antara manusia dan kemanusiaan memang tidak bisa dipisahkan sebagai satu kesatuan yang utuh. Keduanya har...

Esai | Transformasi Rasa Kopi si Miskin

Tentu pembaca bertanya kenapa tulisan saya kali ini diberi judul “Rasa Kopi Si Miskin”, baiklah saya akan memperjelas maksud dan tujuannya sehingga tidak menimbulkan pemahaman yang multitafsir dan juga diharapkan mampu memberikan wajah baru terhadap Si Kopi yang saya maksudkan diatas. Karena saya begitu tertarik sekali dengan pengaruh akulturasi Si Kopi terhadap penguatan harmonisasi dalam kehidupan di negeri yang memiliki heterogenitas kultur yang luar biasa ini, sehingga dapat dijadikan salah satu solutif menangani krisis terjadinya disintegrasi bangsa indonesia terutama untuk kalangan masyarakat kota serta pada umumnya pembaca bahwasannya hari ini sangat riskan akan penetrasi budaya yang membahayakan persatuan bangsa seperti halnya bentuk provokasi, ujaran kebencian, maupun indoktrinasi penyebaran paham fundamentalisme terkhusus berbau agama yang dikategorikan sangat sensitif. Maka dari prolog sekaligus sebuah keresahan diatas, saya ingin menawarkan hal kecil namun dapat memiliki pe...

Esai | Dedikasi sang Kiai Untuk Negeri

Masyarakat merupakan kumpulan orang yang hidup dalam satu tempat yang saling berinteraksi satu sama lain. Sebagaimana kita ketahui dimana fungsi pemersatu dalam sebuah masyarakat secara administratif di pegang oleh para aparat desa mulai dari ketua RT, kepala dusun, maupun kepala desa. Selain pemimpin administratif tersebut juga terdapat pemersatu masyarakat secara simbolik (moral, agama, kultural) yang di laksanakan oleh kiai atau kiai kampung kita biasa menyebut nya. Masyarakat indonesia yang multikultural mayoritas nya beragama islam, apalagi ketika kita melihat di daerah pedesaan yang masih begitu kental hal-hal religius nya dan secara otomatis membutuhkan kepemimpinan rohaniyah. Kegiatan-kegiatan keagamaan seperti shalat berjamaah di masjid, selamatan atau syukuran, maulid nabi, isra wal mi’raj, tahlilan, dsb. Hal itu merupakan bentuk peranan seorang kiai di masyarakat sehingga mereka dapat meniru sikap dan perilaku nya yang moderat dan ikhlas tersebut. Memang tidak bisa kita pun...

Esai | Selamat Ulang Tahun Jurusan PPKn Untirta Ke 3

Usia yang terbilang sangat muda untuk Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam mewarnai mutu pendidikan di Indonesia khusus-nya di Provinsi Banten. yang tepat berdirinya tanggal 17 Oktober 2014. Prodi PPKn hadir karena memang di desak sebuah kebutuhan bangsa indonesia terkhusus di provinsi banten yang memerlukan restorasi serta pemerataan pendidikan yang masih di katakan tertinggal. Dan di harapkan dapat membawa implikasi positif dalam mutu pendidikan yang lulusan nya memang lebih menekankan karakter seorang pendidik. Kita semua menyadari, berbicara karakter tentu hari ini bangsa indonesia mulai terdegradasi akan karakternya. Salah satu kenyataan empirik yaitu terjadinya demoralisasi peserta didik yang telah saya lihat dan rasakan secara eksplisit di setiap sekolah. Generasi bangsa berperilaku liar yang tidak mencerminkan bahwa ia adalah orang yang berpendidikan. Jangankan ia bisa sadar akan posisinya, untuk bisa menghargai orang lain ataupun orang yang lebih d...

Esai | Surat Cinta Perjalanan Baduy Dalam

Saya begitu tertarik sekali mendengar kehidupan masyarakat baduy yang konon katanya begitu jauh sekali dari kata modernitas. Sehingga saya berpikiran untuk dapat melihat secara langsung kehidupan sosial budaya nya. Dan begitu tepat rasanya ketika keinginan saya dapat di manifestasikan melalui keikutsertaan teman teman semester 3 saya dalam kegiatan observasi tugas Mata Kuliah semester 5 dan semester 1. Persiapan panitia memang sudah jauh jauh hari, karena kita semua di giring rumor-rumor yang kurang enak dan harus waspada karena tidak boleh sembarangan dalam hal sekecil apapun. Saya pribadi serasa agak tertekan mendengar cerita-cerita tsb, tapi sekaligus menumbuhkan kembali katalisasi semangat dan rasa penasaran saya terhadap baduy dalam. Ketika waktu pemberangkatan kala itu tiba, timbul di benak saya bahwa perjalanan ke baduy bakal menjadi pengalaman yang luar biasa dan tak terlupakan. Ketika sudah sampai di ciboleger, saya kagum melihat seni patung yang gagah menantang seakan men...

Esai | Apakah Kita Sudah Berdemokrasi Pancasila?

Oleh : Ray Ammanda Anggota PR PMII FKIP Untirta Demokrasi berasal dari bahasa Yunani , demos berarti rakyat dan cratos berarti kekuasaan. Maka secara harfiah demokrasi dalam pengertian Yunani Kuno adalah the rule of the people (pemerintahan yang berkedaulatan atas rakyat). Demokrasi telah di tetapkan sebagai salah satu sistem politik yang dianggap dapat mencapai tingkat kesejahteraan rakyat yang lebih baik dikarenakan rakyat berperan sentral dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Secara ideal memang seyogyanya praktik demokrasi yang dijalankan di beberapa negara akan diyakini dapat merubah nasib rakyat, namun kenyataannya praktik demokrasi masih diselimuti oleh berbagai persoalan yang tak kunjung selesai, sehingga dalam implementasinya makna demokrasi hanya dijadikan alat untuk mencapai kekuasaan semata, tanpa banyak berpengaruh kepada peningkatan kesejahteraan rakyat. Kendatipun, kiranya kita patut untuk lebih jauh mengenal dan menghayati demokrasi yang sesungguhn...